Kemandirian pangan petani di Indonesia didasarkan pada kemampuan memproduksi pangan yang beragam dari dalam negeri sendiri sesuai UU Nomor 18 Tahun 2012, yang membedakannya dari sekadar ketahanan pangan yang masih membuka ruang untuk impor. Indonesia sendiri tercatat memiliki tingkat kemandirian pangan beras sekitar 90% sebagai produsen dan konsumen beras terbesar ke-4 di dunia.
Upaya mendukung kemandirian pangan dilakukan oleh segenap kalangan akademisi, termasuk salah satunya dari kelompok riset dan pengabdian kepada masyarakat Universitas Jember yaitu dari Fakultas Teknik Mesin, dengan nama KeRis-DiMas TeMan Fakultas Teknik Universitas Jember.
Kelompok ini melaksanakan program pengabdian masyarakat skema PROSENDI DESA (Program Dosen Mengabdi di Desa Asal) Tahun 2026. dengan tema” Penerapan Mesin Penanam Padi sebagai Solusi Mekanisasi Pertanian untuk Mendukung Kemandirian Pangan di Desa Kuwon, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan.”
Program yang dimulai sejak pertengahan bulan tahun 2026 tersebut berfokus pada penerapan teknologi tepat guna berupa mesin penanam padi guna membantu petani dalam mengatasi keterbatasan tenaga dalam proses penanaman bibit padi, sekaligus meningkatkan efisiensi proses taman di Desa Kuwon.

Seperti halnya yang kita tahu, alat yang digunakan untuk menanam padi terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu cara tradisional dan cara modern (mekanisasi). Alat mesin pertanian untuk menanam bibit padi yang sudah disemaikan sebelumnya (biasanya menggunakan baki semai / seedling tray). Alat ini digerakkan oleh mesin (motor bensin) dan memiliki garpu penanam (planting arm) yang mengambil dan menancapkan bibit ke sawah secara otomatis dengan jarak serta kedalaman yang seragam.
Dalam kegiatan ini melibatkan berbagai kalangan selain Para Dosen dari Tim Keris juga ada Mahasiswa dari Teknik Mesin yang tujuannya memberikan ruang pembelajaran yang luas bagi mereka. selain itu juga melibatkan para petani dan warga setempat.
kegiatan ini dipipin oleh Ketua Kaprodi S2 Teknik Mesin yaitu Prof. Ir. Mahros Darsin, S.T., M.Sc, Ph.D., IPM. bersama anggota tim pengabdian, yaitu Ir. Hari Arbiantara Basuki, S.T., M.T., Ir. Danang Yudistiro, S.T., M.T., Ph.D., dan Dr. Ir. R. Koekoeh Koentjoro Wibowo, S.T., M.Eng.
dan juga sebanyak empat mahasiswa Program Sarjana Teknik Mesin, Fikri Maulana, Gilang Mahardika, Akmal Fikri, Fardan Asyraf. serta Mahasiswa Magister Teknik Mesin Alfin Nur Hidayat dan Pemuda dari Mitra, Akhfa Zain dilibatkan secara efektif dalam kegiatan perancangan, pengembangan serta manufaktur mesin penanaman padi.
keterlibatan mahasiswa tidak hanya bersifat pendampingan, tetapi juga menjadikan bagian dari kegiatan akademik melalui topik skripsi, capstone design dan publikasi ilmiah.
Keunikan program ini adalah adanya kerja sama dengan UMKM pembuat mesin pertanian Badol Ponorogo.
Sebagai bagian dari transfer pengetahuan, mahasiswa menjalani program magang langsung di bengkel Badol selama dua pekan untuk mempelajari proses manufaktur mesin penanam padi dari tahap awal hingga penyelesaian produk.
Selama magang, mahasiswa turut melakukan kegiatan reverse engineering dengan menyusun gambar teknik dan dokumentasi desain mesin yang sebelumnya dikembangkan berdasarkan pengalaman praktis pembuatnya.
Sebelum proses manufaktur dilakukan, tim pengabdian bersama mitra desa dan kelompok tani terlebih dahulu mengadakan serangkaian diskusi dan survei lapangan guna memastikan spesifikasi mesin sesuai dengan kondisi sawah di Desa Kuwon. Tim juga melakukan kunjungan ke UMKM Badol di Ponorogo untuk melihat langsung proses produksi serta melakukan uji coba mesin di lahan percobaan milik Badol.
Puncak kegiatan dilaksanakan pada Kamis 29 Oktober 2026 melalui demonstrasi dan praktik penggunaan mesin penanam padi di sawah percobaan milik Badol.
Pada kegiatan tersebut, petani dan masyarakat melihat secara langsung cara kerja mesin dalam proses penanaman bibit padi.
Demonstrasi ini menjadi ajang pengenalan teknologi sekaligus pelatihan operasional bagi calon pengguna di lapangan.

Setelah rangkaian uji coba dan praktik lapangan selesai, tim pengabdian melakukan serah terima satu unit mesin penanam padi kepada Kelompok Tani Subur yang diterima langsung oleh Alif selaku Ketua Kelompok.
Mesin tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk membantu proses tanam padi yang lebih cepat, efisien, dan hemat biaya.
Kegiatan pengabdian ini mendapat dukungan kuat dari berbagai pihak.
Tim pengabdian menyampaikan apresiasi kepada Fajar Burhani selaku koordinator mitra yang selama ini aktif menjembatani komunikasi antara tim pelaksana dan masyarakat desa.
Dukungan juga diberikan oleh Kepala Desa Kuwon, Sukati, yang memfasilitasi pelaksanaan kegiatan sejak tahap perencanaan hingga implementasi di lapangan.
Menurut Ketua tim pengabdian, penerapan mekanisasi pertanian merupakan salah satu langkah strategis untuk menjawab tantangan sektor pertanian saat ini, terutama berkurangnya tenaga kerja pertanian dan rendahnya minat generasi muda terhadap profesi petani.
Melalui pendekatan teknologi yang melibatkan mahasiswa, UMKM lokal, pemerintah desa, dan kelompok tani, program ini diharapkan mampu menjadi model kolaborasi yang berkelanjutan dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan di daerah.
